
Selasa, 20 Oktober 2009
Fashion Show Pinggir Jalan

Habis manis, sepah di buang

Senin, 19 Oktober 2009
RRI ON-AIR!

Siaran yang sedang terjadi dari foto diatas merupakan siaran RRI Surakarta. Gambar ini diambil ketika sedang dilangsungkannya acara "Lomba cerdas cermat tingkat sekolah dasar se- Surakarta". eksitensi stasiun radio RRI yang masih indentik dengan istilah stasiun radio kuno atupun zaman dulu ternyata mulai membuktikan keberadaannya di tengah masyarakat untuk memberikan acara yang menghibur. Peran RRI sebagai satu - satunya stasiun Radio milik pemerintah mencoba menjawab persaingan pasar yang ada. konsentrasi RRI untuk mengikuti persaingan dengan stasiun radio swasta lainnya ternyata tidak melupakan nilai kedaerahaan yang menjadi ciri khas RRI yang berada di daerah - daerah. Dengan Segmentasi RRI yang merabah kesemua lapisan masyarakat, RRI mempunyai PR yang banyak untuk membenahi tubuh RRI sendiri.
PROGRAMA I, PROGRAMA II, PROGRAMA III FM ON-AIR!
Senin, 04 Mei 2009
Juni aku Kembali, (fantasiahypological section1)
Juni aku kembali . . .
24 bulan kau tenang di tengah cahaya . . .
24 bulan kau melirik nakal hati yang terlupakan . . .
24 bulan tetesan air membasahi kerah baju warna – warni ini . . .
24 bulan semua terlihat perempuan . . .
23 bulan setelahnya aku tagih semua cibirian mu . . .
Buatku hari ahad ini adalah sebuah memori hitam putih yang layak aku telan. seakan kau tahu bahwa kau akan pergi jauh ketempat yang belum menjadi tujuanku. Tidak pernah kau katakana kalau kau mempunyai sebuah kanker yang menggerogoti otakmu selama 4 tahun belakangan ini. Kala itu panggilan tak terjawab yang muncul di telepon genggamku bukan lagi nomormu, tetapi nomor mama mu. Bagai alaram kebakaran kaki ku yang keram menjawab telepon dari mama mu yang mengatakan bahwa kamu telah pergi.
4 tahun aku mengenal dirimu yang penuh tawa dan gaya atraktifmu yang membuat riang semua yang ada di dekatmu. Masa itu bagiku seperti, masa – masa Indonesia menyatakan bahwa Indonesia menjadi sebuah NKRI. Hampir semua hal tentang dirimu aku ketahui, apa ukuran sepatumu, celanamu, bahkan siapa kakek buyutmu terekam di otakku. orangtuamu pun menyambut aku seperti seoarang anak yang mereka lahirkan sendiri. Hanya beberapa hal yang dirahasiakan kepadaku.
Satu kalimat yang sampai saat ini menjadi pertanyaan bagiku dan selalu kau ucap adalah “suatu saat ketika aku pergi, aku akan kembali di akhir Juni dan akan pergi di awal Agustus.” Kalimat itu seperti mimpi buruk bagiku ketika kau tergeletak di kasur yang nyaman untuk ku, tetapi pemberhentian terakhir untukmu dengan selang dihidungmu. Kata – kata itu membuatku selalu menantikan akhir Juni dua tahun belakangan ini. Apakah kau kembali seperti apa yang kau ucapkan saat itu.
Saat ini bulan Juni akan berakhir dan menyambut bulan Juli yang berjumlah 31 hari. Akhir Juni tahun lalu telah mengecewakan ku karena kata – kata mu tidak terbukti. Hari ini tgl 29 Juni, dan selama bulan Juni ini aku selalu menunggu di tempat kau mengucapkan kata – kata itu dengan harapan semua itu terwujud. Di depan sebuah mini market 24 jam setiap jam 3 sore aku selalu kesana untuk membuktikan kata – katamu. Buatku kamu hanya seorang pembohong besar yang hanya mengucapkan kata – kata yang menghibur bagaiku karena kamu tahun bahwa kamu akan pergi.
Sampai saat ini aku tidak mengerti mengapa harus akhir Juni dan awal Agustus? Bagiku di bulan itu tidak ada moment istimewa apapun. Namun, seakan terdoktrin oleh ucapanmu aku selalu mencoba meyakinkan diriku bahwa itu hanya bohong belaka. Aku berharap tgl 29 Juni tahun ini adalah hari terakhir bagiku untuk selalu mengunjungi mini market 24 jam itu.
Bagaikan hujan di tengah musim panas tak berujung sosok yang aku rindukan selama 24 bulan belakangan ini muncul dengan membukan pintu mini market 24 jam tempat dia mengucapkan kata – kata wasiatnya itu. Botol air mineral 1500ml yang ku genggam terjatuh begitu saja ketika dia muncul di hadapanku. Bagai melihat cermin dirinya, tak tertahan air dari mataku mengucur tanpa henti. Tidak ada perbedaan sedikitpun dari dirinya, semuanya sama persisi! Rambutnya yang ikal, postur tubuhnya yang tinggi, dan wajahnya yang selalu senyum muncul di hadapanku seperti melihat sebuah foto.
Dia berjalan menghampiriku seakan – akan dia memang dia karena itu dia. “ Benarkan aku kembali sesuai janji waktu itu?” ucap lidahnya yang sepertinya dia dalam keadaan sehat walafiat. Tanpa malu aku langsung mendekap dirinya yang lebih tinggi 15cm dari ku dengan erat. Pertanyaan ku selama ini terjawab sudah ternyata dia tidak mengada – ngada. Setelah bertemu sealam 30 menit semua terasa canggung, namun menjadi seperti 2 tahun kita menjalani hubungan setelah kita membiasakan diri. Banyak pertanyaan yang aku ajukan kepada dia namun dia tidak menjawabnya dengan tegas seakan – akan dia hanya tertidur selama 2 tahun ini dan bangun seperti tidak terjadi apa – apa. Padahal aku meihat sendiri dengan kedua mataku tubuhnya di tutupi tanah di dalam makamnya.
Bulan Juli ini bagiku seperti 2 tahun lalu dimana dia selalu ada untuk ku. Nomor telepon yang sempat tidak aktif selama 2 tahun penantian ku kembali aktif ketika dia kembali. Sepeda motor yang seharusnya sudah menjadi besi busuk kembali seperti semula seperti saat dia memboncengiku. Tidak ada yang berubah sedikitpun darinya dan kepribadiannya. Apakah aku mimpi atau aku juga ikutan tidur panjang selama 2 tahun ini. Ternyata ini benar – benar nyata matahari masih terbit dari timur dan terbenam di barat. Kembali aku menjalani hari – hari ku seperti 2 tahun lalu.
Awal Agustus pun tiba dan aku tidak sadar ucapan dia bahwa dia akan pergi di awal Agustus. Awal agustus itu sungguh benar – benar dirinya menghilang semuanya hilang dan nomor teleponnya kembali tidak aktif. Aku bisa menerima keadaan ini karena dia sendiri yang mengucapkan bahwa dia akan pergi di awal Agustus. Aku yang merasa bimbang mengunjungi rumah orang tuanya dan menanyakan apakah Tommy benar – benar kembali? Orang tuanya tidak tahu menahu kalau Tommy kembali, malahan dia menyuruhku tabah akan kepergiaan Tommy. Ketika itu yang kulihat hanya foto Tommy di pajang berdua dengan dirinya di ruang tamu. Barulah aku tersadar mengapa dia berkata
“suatu saat ketika aku pergi, aku akan kembali di akhir Juni dan akan pergi di awal Agustus.”
“Bulan Juni akhir adalah waktu liburan semester genap untuk universitas dan awal Agustus waktunya kembali ke universitas.”