Sabtu, 11 Juni 2011

CHANCES

Naif memang jika saya harus mengatakan bahwa tiga tahun ini berlalu begitu lambat dan indah. kenyataannya sekarang ini saya hanya seorang mahasiswa yang akan "berstatus" mahasiswa tingkat akhir tanpa pengalaman. Jika ada yang harus disalahkan atas hal ini tentunya adalah mulut-mulut gaib yang mestimulus otak saya hingga tiga tahun berlalu tanpa bekas.


Bermimpi tentang masa depan yang sempurna sesuai dengan apa yang kita inginkan memang indah, seperti belanja alat elektronik seharga kacang rebus. Semua itu akan berlangsung lama hingga akhirnya kita tersadar bahwa, kata yang sering diucapkan di film-film bijak (hidup itu keras) begitu nyata di depan kita.



"Regret will not solve the problem", memang kata-kata tersebut adalah jawaban paling logis untuk orang seperti saya yang merasa telah melewatkan segalanya. There's so many chances that i will pass untill i realized i'am not teen anymore. Menyesal memang, ketika kita merasa berada jauh dibelakang orang lain disaat kita memiliki kesempatan yang sama tapi kita elakkan begitu saja. Ditambah lagi kita merasa bahwa kita berada di ranah tersebut. Hingga akhirnya kita merasa lelah, menyerah, bosan, muak dengan hal yang kita idam-idamkan, karena ulah kita sendiri yang melewatkan "chances" tersebut.



Sekarang ketika kita sadar bahwa kita harus bangkit dari duduk dan berdiri lalu menghadapi kembali "chances" tersebut, kita merasa tidak memenuhi kriteria untuk berada di dalam kesempatan tersebut. Kita merasa tidak memiliki experience, hingga akhirnya kita terduduk kembali.



Padahal bukan berarti bodoh jika kita tidak memiliki pengalaman, kemampuan kita sama dengan orang-orang yang berpengalaman. Memang sih menjadi orang yang teoritis saja tidak cukup, bahkan saya



bukan orang yang teoritis pula.


waktu terus memacu cepat hari-hari saya, sementara "chances" tidak konstan larinya seperti waktu yang semakin tipis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar